Rabu, 18 Juli 2012

PIK "PIKIR" JEPARA


PROFIL PIK “PIKIR”
Kantor :  Jl. Km Sukri potroyudan Jepara
Em@il : pik_pikir@yahoo.com
PIK mulai berdiri pada tahun 2006 dan PIK merupakan salah satu lembaga yang ada di FKJ ( Forum Kajian Gender )PMII Jepara.
VISI “PIKIR” : Terwujudnya remaja yang sehat,cerdas, beradab dan berbudi luhur
MISI “PIKIR” :
1.      Meningkatkan kegiatan yang berperilaku sehat, menghindari TRIAD KRR (Seksualitas, HIV AIDSdan NAPZA) menunda usia perkawinan untuk mencapai keluarga kecil bahagia.
  1. Meningkatkan SDM dengan membekali keterampilan hidup (Life Skill).
  2. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat terutama remaja.
  3. Meningkatkan akses informasi, kerjasama dan memperluas jaringan.
TUJUAN PIK : Membantu remaja agar tegar dari resiko TRIAD – KRR ( Seksualitas, HIV AIDS dan NAPZA ) dan memiliki status kesehatan reproduksi yang sehat melalui pemberian informasi, pelayanan konseling, rujukan pelayanan medis, pendidikan kecakapan hidup ( life skills education )
PENGELOLAAN PIK “PIKIR”
1.       The First Action
Pelantikan pengurus pik “pikir”
2.       PROGRAM – PROGRAM PIK “ PIKIR “
·         Peningkatan Assets : peningkatan kemampuan dan kemauan positif remaja
·         Pengembangan Resources : jaringan dan dukungan positif terhadap remaja

3.       PROGJA PIK “ PIKIR “
·         Focus Group Discussion
·         Sharing pengalaman
·         Role play
·         road show sekolah-sekolah dan  pesantren
·         lomba karya tulis ilmiah
·         gender training seminar kesetaraan gender
·         cerdas cermat KRR
·         siaran & konseling melalui audio
·         private konseling
·         word aids day dan  seminar hari aids
·         lomba poster tingkat slta
·         lomba mading & kaligrafi
·         pentas music
·         bakti sosial
·         teater dan pensi (pentas seni )

4.       PRESTASI
      Juara 2 tegak tingkat kab. 2009
      Juara 1 yel – yel tingkat jawa tengah 2009
      Juara 1 tegar tingkat kab. 2010
      Nominasi tegar jawa tengah 2010
      Juara 1 tegar tingkat jawa tengah
      Nominasi tegar tingkat nasional 2010
      Juara 1 putra genre sekarisidenan pati
      Juara harapan 1 genre jawa tengah
5.       KEMITRAAN
      BPPKB KAB. JEPARA
      BEM INISNU JEPARA
      WAPALHI INISNU
      IPPNU KAB. JEPARA
      APPA JEPARA
      KEBONAN KAMPOENG MAIN
      LP. MA’ARIF NU

HATI BERSIH, AMAL LURUS, PIKIRAN CERDAS DAN CERIA ……………………..
MARI KITA WUJUDKAN REMAJA TEGAR, MANDIRI DAN BERPRESTASI 
Salam sehat remaja indonesia



Senin, 09 April 2012

Ikhtilat


Batasan ikhtilat
Ikhtilat bukan terbatas dalam bentuk dua orang muda-mudi yang memisahkan diri atau berduaan ditempat yang agak terpisah dari orang lain. Yang demikian itu namanya khulwat dan berbuat fasik. Yang dimaksud dengan Ikhtilat itu adalah berkumpul bersama tanpa rasa sungkan/malu, mengobrol dan saling menyampaikan salam atau segala kesempatan yang memungkinkannya untuk melihat dengan nafsu. Saling menyeru tanpa malu, bercengkrama, bercanda-canda sambil berbaur secara haram, dan berkumpul dengan diberkati oleh setan. Bahkan, berjalan bersama antara pria dan wanita bisa dikategorikan ke dalam ikhtilat. Diriwayatkan oleh Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW melarang seorang lelaki berjalan diantara dua orang perempuan.
Anas r.a. berkata, “ pada suatu saat Rasulullah SAW sedang bersama seorang istri beliau, kemudian lewat seorang lelaki lantas Nabi SAW memanggilnya, beliau berkata “ini istriku”. Lelaki itu berkata, “ wahai Rasulullah, aku tidak berprasangka apa-apa terhadapnya ataupun terhadapmu”. Rasulullah SAW bersabda, “ setan ini berjalan diantara aliran darah manusia”.
·         Ikhtilat dalam beribadah haram
Jika banyak kalangan yang membolehkan kaum wanita sholat dimasjid, itu karena mereka berada dibelakang shaf kaum pria dan anak-anak sebagai alasan. Mereka itu bersih, suci, tidak memperlihatkan perhiasan, tidak memamerkan tubuh, tidak membuka aurat, tidak berbicara dengan gaya yang manja, dan menggoda.
Abu usaid r.a. berkata, “ Rasulullah SAW berkata ketika beliau sudah berada diluar masjid dan ketika itu kaum pria dan wanita bercampur baur dijalan. Beliau berkata, “ wahai kaum wanita, kalian mundur sedikit. Kalian tidak boleh menutupi jalan, kalian harus berjalan dibagian pinggirnya”. Mendengar perintah Rasulullah SAW tersebut mereka langsung menempel kedinding sehingga pakaian mereka tersangkut didinding, itu karena mereka menempel didinding”.
Kalau ikhtilat dimasjid haram dan ikhtilat dijalan juga haram, apalagi ikhtilat yang terus menerus disekolah selama belajar antara muda muudi yang jiwa mereka sedang panas dan bergejolak.
Berkaitan dengan jihad yang dianggap ibadah yang paling afdhal pun, pernah seorang mukmin dilarang untuk mengikutinya dalam suatu peperangan, padahal namanya sudah tercatat sebagai slah seorang yang akan ikut. Hal itu terjadi karena dia harus menyusul istrinya yang ingin pergi untuk menunaikan ibadah haji. Dia tidak dibiarkan sendirian untuk melaksanakan salah satu rukun islam tersebut. Sementara anak gadis zaman sekarang ini dibiarkan saja sendirian dikampus, bioskop, pentas pertunjukan, dipasar, atau tempat-tempat perkumpulan lainnya.
Ibnu abbas r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ seorang lelaki tidak boleh berkhulwat dengan seorang perempuan tanpa didampingi oleh mahramnya. Lalu seorang lelaki berdiri dan bertanya, ‘wahai Rasulullah, istriku pergi untuk menunaikan ibadah haji, sedangkan aku sudah dicataat untuk mengikuti peperangan ini’. Rasulullah SAW berkata, ‘ berangkatlah kamu sekarang dan laksanakanlah haji bersamanya!”.
Laki-laki tersebut bimbang memikirkan istrinya yang pergi menunaikan ibadah haji karena khawatir akan terjadi ikhtilat. Lantas dia menanyakan hal tersebut kepada Nabi SAW yang kemudian dijawab oleh beliau seperti tadi.
Kalau ikhtilat itu diharamkan pada semua waktu, maka pada zaman sekarang tentu lebih haram dan lebih berbahaya lagi. Sebab, saat ini akhlak sudah lenyap dan rusak, agama tidak dipatuhi dan Al-Qur’an tidak didengarkan lagi. Yang berkuasa sekarang adalah hawa nafsu dan yang diapatuhi adalah setan. Sementara ilmu pengetahuan berusaha menghiasi kemaksiatan dan falsafah penipu. Tonggak peradaban sekarang ini adalah kebohongan. Masyarakat menghalalkan perbuatan jahat.
Sumber :athibi,ukasyah.2001.wanita mengapa merosot akhlaknya.jakarta: gema insani press.hlm364-366

Minggu, 08 April 2012

prinsip belajar dalam perspektif Al-Qur'an

Prinsip belajar dalam perspektif Al-Qur’an
A.    A. Sumber-sumber ilmu
     Ilmu yang datang dari sumber ilahiah adalah ilmu yang secara langsung datang dari Allah SWT melalui wahyu, ilham atau mimpi yang benar.sedangkan ilmu yang datang dari sumber insaniah adalah ilmu yang dipelajari manusia dari pengalaman-pengalaman pribadinya. 
             B. Belajar bahasa
Bahasa adalah onstrumen pokok bagi manusia dalam berfikir, memperolah pengetahuan dan menghasilkan berbagai ilmu. Ketika bahasa memiliki tingkat urgensi yang besar dalam kehidupan  manusia serta membuat manusia mampu menggapai kemajuan yang berkesinambungan dalam belajar dan berfikir sebagai contoh Allah SWT mengajarkan pada Nabi Adam as adalah nama-nama segala sesuatu (QS.Al-Baqarah(2):31-32)
C.     Belajar memilih dan membuat keputusan
Allah SWT juga berkehendak mengajari kedua leluhur kita, Adam as dan Hawa as beberapa kebiasaan berperilaku yang bermanfaat dalam kehidupan mereka serta memikul tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang diambilnya. Yang jelas, belajar seperti itu sangat penting untuk melatih kedua leluhur kita, Adam as dan Hawa as serta mempersiapkan mereka untuk kehidupan selanjutnya di muka bumi.
D.    Cara-cara belajar menurut Al-Qur’an1.      Meniru (imitation)
Manusia akan belajar banyak perilaku dan kebiasaannya pada fase awal kehidupannya dengan cara meniru kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya serta para gurunya. Ia, misalnya mulai belajar bahasa dengan mengucapkan beberapa patah kata ia juga akan belajar jalan dengan mencoba meniru. Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang baik bagi sahabat-sahabatnya. Mereka belajar dari beliau cara menjalankan peribadatan. Misalnya melihat beliau berwudlu, sholat dan menjalankan manasik haji.
2.      Pengalaman praktis trial and error
Al-Qur’an memacu manusia untuk mengadakan perjalanan di bumi serta mengamati dan memikirkan ayat-ayat Allah SWT yang ada di alam semesta. Nabi Muhammad SAW telah mengisyaratkan pentingnya belajar dari pengalaman pratis dalam kehidupan. Diriwayatkan dari thalhah bin Abdillah, bersama Rasulullah SAW saya pernah lewat didepan orang-orang yang tengah berada diatas pohon kurma. Lalu beliau berkata, apa yang sedang mereka lakukan? Beberapa orang menjawab bahwa mereka sedang mengawinkan pohon kurma dengan cara meletakkan serbuk sari pada butinya, Rasulullah berkat “ aku kira hal itu tak bermanfaat apa-apa, kemudian hal itu diberitahukan kepada orang-orang tersebut sehingga merekapun menghentikannya. Kejadian itu saya sampaikan kepada Rasulullah SAW. Beliau pun berkata, “jika hal itu memang bermanfaat bagi mereka lakukanlah, sebab aku hanya mengira-ngira saja, dan kalian jangan sampai menyalahkanku berkaitan dengan perkiraan itu. Namun jika engkau menyampaikan suatu hal dari Allah SWT kepada kalian, terimalah sebab aku tak akan berdusta atas nama Allah SWT. Dalam riwayat lain mengatakan, kalian lebih mngetahui urusan dunia kalian (QS.Ar Rum (30):7)
3.      Berpikir
Jadi dengan berpikir, seseorang belajar membuat solusi baru atas berbagai persoalan. Dengan berpikir, seseorang juga dapat mengungkapkan korelasi antara berbagai objek dan peristiwa, menelurkan prinsip dan teori baru, serta menemukan berbagai penemuan baru. Oleh karena itu para psikolog menyebut proses berpikir seagai proses belajar tinkat tinggi. Diskusi, dialog dan konsultasi para pemikir merupakan faktor yang dapat membantu memperjelas sebuah pemikiran. Cara ini dapat mengarah pada penemuan kebenaran serta mengantarkan pada solusi yang tepat atas permasalahan yang sednag dikaji. Al-Qur’an juga mendorong permusyawaratan serta memuji keutamaan kaum mukminin yang mengadakan musyawarah berkaitan dengan persoalan mereka dengan harapan sampai pada kebenaran dan mampu mewujudkan keadilan dimasyarakat.
E.     Prinsip-prinsip belajar menurut Al-Qur’an
Apabila kita mempelajari metode yang dipergunakan Al-Qur’an dalam mendakwahkan keyakinan tauhid, mendidik kaum mukminin, serta menanamkan prinsip dan nilai-nilai keislaman pada diri mereka, niscaya kita dapat menggali beberapa prinsip penting yang berkenaan dengan proses pembelajaran yang digunakan Al-Qur’an antara lain :
1.      Motivasi
Apabila ada motivasi kuat untuk meraih tujuan tertentu dan kondisi yang sesuai pin berkembang, orang akan mencurahkan kesungguhannya untuk mempelajari metode-metode yang tepat untuk meraih tujuan tersebut. Al-Qur’an menggunakan metode dalam membangkitkan motivasi dengan menggunakan metode tarqib dan tarhib (reward and punishment)
·         Membangkitkan motivasi melalui tarqib
Kaum muslimin dipengaruhi oleh dua motivasi kuat yaitu: pertama, harapan akan rahmat Allah SWT yang mendorong mereka utnuk melaksanakan ibadah, tugas dan semua yang diperintahkan syariat. Kedua, takut akan azab Allah SWT yang mendoron mereka untuk menghindari perbuatan dosa, maksiat dan semua yang dilarang syari’at.
·         Membangkitkan motivasi dengan cerita
Cerita telah menjadi sarana penting yang digunakan Al-Qur’an untuk membangkitkan motivasi belajar, sebab cerita dapat menimbulkan stimulus dan menghadirkan perhatian. Al-Qur’an menebarkan informasi-informasi tenteng para Nabi dan Rasul terdahulu yang hendak disampaikan kepada mereka serta memperingatkan mereka akan seburuk-buruk tempat kembali yang telah menimpa orang-orang kafir dari umat-umat terdahulu.
·         Memanfaatkan peristiwa-peristiwa penting
Faktor yang membantu membangkitkan motivasi dan perhatian adalah terjadinya beberapa peristiwa atas masalah penting yang menggetarkan emosi manusia, menimbulkan perhatiannya, dan membuat sibuk pikirannya.
2.      Pengulangan
Dalam al-Qur’an kita menemukan pengulangan mengenai beberapa kebenaran berkaitan dengan akidah dan perkara-perkara ghaib yang ingin diluluhkan Al-Qur’an didalam hati, seperti keyakinan tauhid.
3.      Perhatian
Erhatian merupakan faktor penting dalam belajar misalnya dalam proses belajar mengajar (PBM) ia akan dapat memahami informasi-informasi yang terdapat dalam pengajaran itu. Lebih jauh lagi ia akan dapat mempelajari dan mengingat pelajaran itu untuk selanjutnya.
4.      Partisipasi aktif
Ketrampilan motorik mengharuskan siswa melakukan ketrampilan tersebut secara sungguh-sungguh serta melatihnya hingga mahir. Latihan praktis tidak hanya penting dalam mempelajari ketampilan motorik saja, tetapi juga dalam mempelajari ilmu-ilmu teoritis yaitu dalam mempelajari akhlak, keutamaan, nilai-nilai dan etika bermasyarakat. Wudlu dan melaksankan sholat pada waktu-waktu tertentu setiap hari mengajari orang muslim kebersihan, ketaatan, keteraturan, kesabaran dan ketekunan. Shoum juga mengajari orang-orang muslim ketaatan dan kesabaran dalam menanggung kesulitan.
5.      Pembagian belajar
Beberapa studi eksperimen yang diadakan para psikolog modern mengungkapkan bahwa belajar yang dihasilkan dengan menggunakan metode pembagian itu lebih utama ketimbang belajar yang dihasilkan dengan metode terpusat. Metode terpusat adalah metode belajar yang tuntas dalam rentang waktu yang bersambungan tanpa diselingi waktu istirahat. Prinsip ini sudah diterapkan dalam Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an diturunkan dalam sela waaktu yang berjauhan dari rentang masa yang panjang sekitar 23 tahun. Hal itu menjadikan manusia dapat mempelajari Al-Qur’ab dengan gampang dan dapat memahami kandungannya. Jika Al-Qur’an diturunkan sekaligus, niscaya sulit untuk mempelajari serta memahami makna dan tujuan Al-Qur’an.
6.      Perubahan perilaku secara bertahap
Melepaskan beberapa kebiasaan buruk yang sudah mengakar sekian lama sehingga kebiasaan buruk itu mendarah daging dalam perilaku kita bukanlah sesuatu yang enteng. Sebab, hal itu membutuhkan kemauan kuat, kesungguhan yang besar dan latihan yang panjang. Oleh sebab itu cara yang paling baik yang dapat diikuti untuk menanggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah mengakar adalah berupaya untuk melepaskannya secara bertahap. Dalam memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk islam mengikuti dua metode :
·         Metode pertama : menagguhkan perbaikan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut sampai keimanan menguat dalam kalbu orang-orang muslim
·         Metode kedua : yang dipergunakan Al-Qur’an dalam memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk adalah melatih kesiapan mental kaum muslimin untuk menanggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Ini dilakukan dengan jalan membentuk respons yang berlawanan secara bertahap dengan respons yang dituntut untuk dilepaskan.  

Sabtu, 07 April 2012

dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

A. dampak positif
  • perkembangan media massa dan elektronik memudahkan kita untuk mengetahui informasi dari begbagai daerah diseluruh tanah air indonesia
  • globalisasi telah melahirkan konsep keterbukaan, yaitu dengan media massa dan elektronik, kita dapat mengenal keanekaragaman suku bangsa indonesia yang kaya akan budaya-budaya yang unik
  • globalisasi menghadirkan sarana transportasi yang canggih, cepat dan murah
  • globalisasi menciptakan keterbukaan, segala sesuatu yang terjadi dinegara indonesia dapat seseorang ketahui dengan media massa cetak dan elektronik
  • globalisasi mendatangkan keadilan, program-program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah indonesia dapat anda lihat di media massa dan elektronik
  • globalisasi mendatangkan kemajuan teknologi informasi yang canggih seperti media massa dan elektronik yang memudahkan seseorang untuk mengikuti perkembangan teknoloogi dan ilmu pengetahuan
B. dampak negatif
  • globalisasi menghadirkan isu liberalisasi yang berisi pesan utama demokratisasi yang dapat melahirkan gerakan separatisme yaitu gerakan yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan republik indonesia (NKRI) dan ingin mendirikan gerakan sendiri
  • globalisasi menghadirkan isu liberalisasi yang berisi pesan utama hak asasi manusia yang dijadikan agenda utama dalam pelaksanaan globalisasi yang bisa mengakibatkan munculnya paham materialisme dan hedonisme yang selanjutnya berakibat pada kesenangan duniawi saja tanpa mempedulikan segi agama ataupun pancasila sebagai dasar negara
  • globalisasi menghadirkan isu liberalisasi yang berisi pesan utama kebebasan yang diartikan sebagai bebas dalam menentukan nasib suku dan golonagn sendiri. hal ini akan mendorong timbulnya sukuisme dan provinsialisme
  • globalisasi merupakan kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi kebebasan berpendapat dapat memicu terjadinya kebebasan dalam menulis berita-berita yang tidak objektif dan berita-berita yang membela kepentingan tertentu sehingga dapat menyesatkan opini publik
  • globalisasi merupakan demokratisasi yang diwujudkan dengan pelaksanaan unjuk rasa dan demonstrasi yang dijadikan sebagai kritik masyarakat terhadap pemerintah
  • globalisasi merupakan paham yang tidak mengenal perbedaan sehingga berdampak pada sikap memperlakukan orang lain dengan sama. misalnya hubungan anak dengan orang tua atau guru seolah tidak ada batasannya
  • globalisasi merupakan masuknya nilai-nilai dan budaya dari berbagai negara ke indonesia terutama nilai-nilai kejahatan transaksional yang sangat meresahkan kehidupan bernegara misalnya kejahatan uang palsu, kejahatan dilaut bebas dan lain-lain